IMPLIKASI DIGITAL MARKETING UNTUK KEUNGGULAN BERSAING UMKM BIDANG KONVEKSI DI KOTA TASIKMALAYA DI ERA ENDEMI
DOI:
https://doi.org/10.52353/ama.v16i2.542Kata Kunci:
digital marketing, online marketing, social media, MSMEs, convectionAbstrak
ABSTRACT
This research aims to gain knowledge about the implications of digital marketing for the competitive advantage of MSMEs in the convection sector in Tasikmalaya City in the endemic era. This research is qualitative research with a qualitative descriptive approach. The data collection techniques were observation, interviews with 12 informants from 12 convection MSMEs, and documentation studies. The object of this research is aimed at convection business owners in the Tasikmalaya City area. Based on research results, the majority of convection MSMEs in Tasikmalaya have used digital marketing/social media as a means to promote their business products, namely Instagram, Shopee, Facebook, TikTok, WhatsApp, Lazada, Tokopedia and Google Ads. Convection business actors also use digital marketing to see consumer needs. Regarding pricing, several convection business actors adapt to consumers because when using promotions with digital marketing, pricing will be more dynamic compared to traditional methods. Digital marketing facilities have the advantage of easy distribution of products. Moreover, information related to their brands can also be more widely promoted and seen by potential consumers.
ABSTRAK
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang implikasi digital marketing untuk keunggulan bersaing UMKM bidang konveksi di Kota Tasikmalaya di era endemi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi, wawancara dengan 12 informan dari 12 UMKM konveksi, dan studi dokumentasi. Objek penelitian ini ditujukan kepada pemilik usaha konveksi yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penelitian pelaku UMKM konveksi di Tasikmalaya, mayoritas UMKM telah menggunakan digital marketing/media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan produk usahanya, yaitu instagram, shopee, facebook, tiktok, whatsapp, lazada, tokopedia, dan google ads. Digital marketing juga digunakan oleh para pelaku usaha konveksi ini untuk melihat kebutuhan konsumen. Dalam hal penentuan harga, beberapa pelaku usaha konveksi ini menyesuaikannya dengan konsumen. Hal ini dikarenakan ketika menggunakan promosi dengan digital marketing, penentuan harga akan lebih dinamis dibandingkan dengan menggunakan cara tradisional. Sarana digital marketing memiliki keuntungan dengan kemudahan distribusi produk. Selain itu, informasi terkait merek/brand mereka juga bisa lebih luas dipromosikan dan dilihat oleh calon konsumen.
Referensi
Braun, V., & Clarke, V. (2021). One size fits all? What counts as quality practice in (reflexive) thematic analysis? Qualitative Research in Psychology, 18(3), 328–352. https://doi.org/10.1080/14780887.2020.1769238
Chaffey, D., Hemphill, T., & Edmundson-Bird. (2019). Digital_Business_and_E_commerce_Manageme.
Durai, T., Rachel, M., Phil, K. M., & Scholar, R. (2019). IMPACT OF DIGITAL MARKETING ON THE GROWTH OF CONSUMERISM.
Kotler, P., & Keller, K. lane. (2016). Marketing Management (Global).
Muhammad Bukhori Dalimunthe. (2017). KEUNGGULAN BERSAING MELALUI ORIENTASI PASAR DAN INOVASI PRODUK.
Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, & Iwan Setiawan. (2019). Marketing_4_0_Bergerak_dari_Tradisional.
Prabowo, W. A. (2018). PENGARUH DIGITAL MARKETINGTERHADAP ORGANIZATIONAL PERFORMANCE DENGANINTELLECTUAL CAPITAL DAN PERCEIVED QUALITYSEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA INDUSTRI HOTEL BINTANG TIGA DI JAWA TIMUR. Jurnal Manajemen Pemasaran, 12(2), 101–112. https://doi.org/10.9744/pemasaran.12.2.101-112
Sholihin, S. A., & Oktapian, M. A. (2021). Pengaruh Strategi Digital marketing Terhadap Minat Beli Konsumen Di Era Pandemi Covid-19. XII(3), 365–372.
Siswanto, T. (2018). Optimalisasi Media sosial Sebagai Media Pemasaran Usaha Kecil Menengah. Liquidity, 2(1), 80–86. https://doi.org/10.32546/lq.v2i1.134
Yamin, A. Bin. (2017). Impact of Digital marketing as a Tool of Marketing Communication: A Behavioral Perspective on Consumers of Bangladesh. American Journal of Trade and Policy, 4(3), 117–122. https://doi.org/10.18034/ajtp.v4i3.426
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pernyataan Hak Cipta
Kesepakatan tentang Lisensi dan Hak Cipta
Dalam mengirimkan naskah ke Jurnal Among Makarti, penulis menyatakan bahwa:
Mereka telah diberi wewenang oleh rekan penulisnya untuk mengambil bagian dalam pengaturan ini.
Karya yang dideskripsikan sebelumnya belum pernah dipublikasikan secara resmi, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian kuliah, resensi, tesis, atau jurnal overlay yang diterbitkan.
Bahwa karya tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain,
Bahwa publikasinya telah disetujui oleh semua penulis dan oleh otoritas yang berwenang – secara implisit atau eksplisit – yakni dari lembaga tempat karya tersebut dikerjakan.
Mereka menjamin adanya hak untuk mereproduksi materi yang telah diterbitkan atau dilindungi hak cipta di tempat lain.
Mereka menyetujui lisensi dan perjanjian hak cipta ini.
Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan tulisannya di Jurnal Among Makarti menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License sehingga orang lain bisa berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya itu dan publikasi awal ada pada jurnal ini. - Pemberi lisensi mengizinkan orang lain untuk membuat dan mendistribusikan karya turunan, tetapi hanya di bawah lisensi yang sama atau kompatibel.
- Pemberi lisensi mengizinkan orang lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan, termasuk untuk tujuan komersial.
- Sebelum dan selama proses pengiriman, penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karyanya secara online (misalnya, di repositori kelembagaan atau di situs web mereka). Postingan semacam itu akan dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar.
Perizinan untuk Publikasi Data
Jurnal Among Makarti menggunakan berbagai waiver (pengabaian) dan lisensi, yang secara khusus dirancang untuk dan sesuai untuk pengolahan data:
Lisensi Atribusi Open Data Commons, http://www.opendatacommons.org/licenses/by/1.0/ (default)
Creative Commons CC-Zero Waiver, http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/
Dedikasi dan Lisensi Domain Publik Open Data Commons, http://www.opendatacommons.org/licenses/pddl/1-0/
Lisensi penerbitan data lainnya dapat diizinkan sebagai pengecualian (tergantung persetujuan editor berdasarkan kasus per kasus) dan harus ditegaskan dengan pernyataan tertulis dari penulis yang akan dipublikasikan bersama artikel.
Data Terbuka dan Penerbitan serta Berbagi Perangkat Lunak
Jurnal ini berupaya untuk memaksimalkan replikabilitas penelitian yang dipublikasikan. Oleh karena itu, penulis diharuskan untuk membagikan semua data, kode, atau protokol yang mendasari penelitian yang dilaporkan dalam artikelnya. Pengecualian diperkenankan tetapi harus ditegaskan dalam pernyataan publik tertulis yang menyertai artikel tersebut.
Kumpulan data dan perangkat lunak harus disimpan dan diarsipkan secara permanen di repositori yang sesuai, tepercaya, umum, atau domain khusus (silakan lihat http://service.re3data.org dan/atau repositori perangkat lunak seperti GitHub, GitLab, Bioinformatics.org, atau sejenisnya).
Pengidentifikasi tetap terkait (misalnya DOI, atau lainnya) dari kumpulan data harus disertakan dalam data atau bagian sumber perangkat lunak artikel. Referensi kumpulan data dan perangkat lunak juga harus dimasukkan dalam daftar referensi artikel dengan DOI (jika tersedia). Jika tidak ada repositori data khusus domain, penulis harus menyimpan data mereka di repositori umum seperti ZENODO, Dryad, Dataverse, atau yang lainnya.
Data kecil juga dapat diterbitkan sebagai file data atau paket tambahan pada artikel penelitian, namun, penulis harus selalu lebih memilih deposisi dalam repositori data.