DAMPAK PEMBERIAN WORKSHOP TERHADAP LITERASI DIGITAL PESERTA WORKSHOP: STUDI KASUS SALAH SATU KOMUNITAS UMKM DI KOTA PALEMBANG
DOI:
https://doi.org/10.52353/ama.v15i2.305Keywords:
digital literacy, measuring digital literady, SME, understanding of digital literacyAbstract
Digital literacy is an important and fundamental thing to support the era of Society 5.0 because in this era people live with technology. In order to create a wise use of technology, an understanding of literacy in the use of technology is needed, one of which is an understanding of digital literacy. One of the parties seen to follow the era of development is SMEs so that business processes can continue to develop and be sustainable. This understanding of digital literacy is also supported by the Government of Indonesia where the government measures the national digital literacy index, to make this index number continues to increase, counseling and providing materials are needed to understand the importance of digital literacy. This study aims to see whether there is an increase in knowledge or literacy, especially digital literacy on the object of research. The method in this research is asking questions before and after presenting the material to the object of research. The result of this research is there is an increase in the literacy of digital research objects before and after being given the material.References
Buckingham, David. (2016). Defining Digital Literacy: What Do Young People Need To Know About Digital Media?. Nordic Journal of Digital Literacy 2015. 4. 21-34.
Bulger, Monica E., Richard E Mayer, dan Miriam J. Metzger. (2014). Knowledge and Processes That Predict Proficiency in Digital Literacy. An Interdisciplinary Journal, 27.
Cahyono, A. S. (2016). Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial & Ilmu Politik Diterbitkan Oleh Fakultas Ilmu Sosial & Politik, Universitas Tulungagung, 9(1), 140–157.
Goodson, & Mangan. (1996). An alternative modcl for educational research, Interchange.
Ibrahim, Andi dkk. (2018). Metode Penelitian. Makassar: Gunadarma Ilmu.
Kaplan, Andreas, & Michael HaenLein, (2010). User of The World, Unite! The Challenges and Opportunities Of Social Media. Business Horizons
Katz, I. R, dan Macklin A.S. (2017). Information and Communication Technology (ICT) Literacy: Integration and Assessment in Higher Education. Journal of Systemic, Cybernetics an Informatics. 5 (4) 50-55.
Kent, Michael L. (2016). Directions in Social Media for Professionals and Scholars. Public Relation Review.
Kominfo, & Katadata Insight Center. (2022). Status Literasi Digital Indonesia Tahun 2020: Hasil Survey di 34 Provinsi. Diunduh tanggal 31 Mei 2022. https://katadata.co.id/StatusLiterasiDigital.
Kurnia, N., & Astuti, S. I. (2017). Peta Gerakan Literasi Digital di Indonesia: Studi tentang Pelaku, Ragam Kegiatan, Kelompok Sasaran dan Mitra. Informasi Kajian Ilmu Komunikasi, 47(2), 149–166.
Lee, Seung Hyun. (2014). Digital Literacy Education for the Development of Digital Literacy. International Journal of Digital Literacy and Digital Competence, 5(3), 29-43
Livingstone, S., van Couvering, E. & Thumim, N. (2005). Adult Media Literacy: A Review of the Research Literature. London: Ofcom.
Nurhayati, Sri, & Ai Masri Nurul Falah. (2020). Implementasi Workshop Literasi Digital Dalam Membangun Keberdayaan Ekonomi Maysarakat. Jurnal Masyarakat Mandiri (JMM). 4 (3).
Oktareza, Fernando. 2021. Tahun 2020 Jumlah UKM di Sumsel Alami Lonjakan. Diunduh tanggal 30 Mei 2022. https://www.sonora.id/read/422522409/tahun-2020-jumlah-ukm-di-sumsel-alami-lonjakan.
Pradana, Yudha. (2018). Atribusi Kewargaan Digital Dalam Literasi Digital. UNTIRTA Civic Education Journal (UCEJ). 3 (2).
Suherdi, Devri. (2021). Peran Literasi Digital di Masa Pandemi. Deli Serdang: Cattleya Darmaya Fortuna.
Sumiati, Eti, & Wijonarko. (2020). Manfaat Literasi Digital Bagi Masyarakat dan Sektor Pendidikan Pada Saat pandemic Covid-19. Buletin Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Media Informasi Direktorat Perpustakaan, 3 (2).
Sutrisna, I Putu Gede. (2020). Gerakan Literasi Digital Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Statistika. 8(2).
We Are Social. 2022. Digital 2022: Another Year of Bumper Growth. Diunduh tanggal Diunduh tanggal 30 Mei 2022. https://wearesocial.com/.
Widyastuti, Dhyah Ayu Retno, & dkk. (2016). Literasi Digital pada Perempuan Pelaku Usaha Produktif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi. 3(1).
Williams, J., Clemens, S., Oleinikova, K. & Tarvin, K. (2003). The Skills for Life Survey: A National Needs and Impact Survey of Literacy Numeracy and ICT Skills. London: Department for Education and Skills.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Pernyataan Hak Cipta
Kesepakatan tentang Lisensi dan Hak Cipta
Dalam mengirimkan naskah ke Jurnal Among Makarti, penulis menyatakan bahwa:
Mereka telah diberi wewenang oleh rekan penulisnya untuk mengambil bagian dalam pengaturan ini.
Karya yang dideskripsikan sebelumnya belum pernah dipublikasikan secara resmi, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian kuliah, resensi, tesis, atau jurnal overlay yang diterbitkan.
Bahwa karya tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain,
Bahwa publikasinya telah disetujui oleh semua penulis dan oleh otoritas yang berwenang – secara implisit atau eksplisit – yakni dari lembaga tempat karya tersebut dikerjakan.
Mereka menjamin adanya hak untuk mereproduksi materi yang telah diterbitkan atau dilindungi hak cipta di tempat lain.
Mereka menyetujui lisensi dan perjanjian hak cipta ini.
Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan tulisannya di Jurnal Among Makarti menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License sehingga orang lain bisa berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya itu dan publikasi awal ada pada jurnal ini. - Pemberi lisensi mengizinkan orang lain untuk membuat dan mendistribusikan karya turunan, tetapi hanya di bawah lisensi yang sama atau kompatibel.
- Pemberi lisensi mengizinkan orang lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan, termasuk untuk tujuan komersial.
- Sebelum dan selama proses pengiriman, penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karyanya secara online (misalnya, di repositori kelembagaan atau di situs web mereka). Postingan semacam itu akan dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar.
Perizinan untuk Publikasi Data
Jurnal Among Makarti menggunakan berbagai waiver (pengabaian) dan lisensi, yang secara khusus dirancang untuk dan sesuai untuk pengolahan data:
Lisensi Atribusi Open Data Commons, http://www.opendatacommons.org/licenses/by/1.0/ (default)
Creative Commons CC-Zero Waiver, http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/
Dedikasi dan Lisensi Domain Publik Open Data Commons, http://www.opendatacommons.org/licenses/pddl/1-0/
Lisensi penerbitan data lainnya dapat diizinkan sebagai pengecualian (tergantung persetujuan editor berdasarkan kasus per kasus) dan harus ditegaskan dengan pernyataan tertulis dari penulis yang akan dipublikasikan bersama artikel.
Data Terbuka dan Penerbitan serta Berbagi Perangkat Lunak
Jurnal ini berupaya untuk memaksimalkan replikabilitas penelitian yang dipublikasikan. Oleh karena itu, penulis diharuskan untuk membagikan semua data, kode, atau protokol yang mendasari penelitian yang dilaporkan dalam artikelnya. Pengecualian diperkenankan tetapi harus ditegaskan dalam pernyataan publik tertulis yang menyertai artikel tersebut.
Kumpulan data dan perangkat lunak harus disimpan dan diarsipkan secara permanen di repositori yang sesuai, tepercaya, umum, atau domain khusus (silakan lihat http://service.re3data.org dan/atau repositori perangkat lunak seperti GitHub, GitLab, Bioinformatics.org, atau sejenisnya).
Pengidentifikasi tetap terkait (misalnya DOI, atau lainnya) dari kumpulan data harus disertakan dalam data atau bagian sumber perangkat lunak artikel. Referensi kumpulan data dan perangkat lunak juga harus dimasukkan dalam daftar referensi artikel dengan DOI (jika tersedia). Jika tidak ada repositori data khusus domain, penulis harus menyimpan data mereka di repositori umum seperti ZENODO, Dryad, Dataverse, atau yang lainnya.
Data kecil juga dapat diterbitkan sebagai file data atau paket tambahan pada artikel penelitian, namun, penulis harus selalu lebih memilih deposisi dalam repositori data.












