PENGELOLAAN BURNOUT KARYAWAN GUNA MENGHENTIKAN CYBERLOAFING
DOI:
https://doi.org/10.52353/ama.v15i1.232Kata Kunci:
konflik peran, role overload, burnout, cyberloafingAbstrak
Karyawan adalah aset perusahaan yang sangat penting untuk tetap dikelola dengan baik. Pengelolaan karyawan yang baik akan memaksimalkan produktivitas. Produktivitas tinggi ditimbulkan karena adanya kondisi fisik dan mental karyawan ditempat kerja yang sangat baik. Kondisi ini rentan sekali dengan beberapa masalah yaitu masalah peran dalam pekerjaan atau role overload. Akhirnya hal inilah yang membuat karyawan menjadi kelelahan kerja (burnout). Burnout mampu menyebabkan karyawan melakukan perbuatan yang diluar pada tugas yang menjadi tanggung jawab pekerjaannya. Salah satunya adalah perbuatan cyberloafing atau menggunakan akses internet berlebihan dari tanggung jawab pekerjaannya yang semestinya. Populasi penelitian adalah karyawan BPR BKK di Kota Semarang. Desain pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara purposive sampling dengan hasil sampel adalah 150 orang. Analisis data ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) melalui program AMOS (Analysis of Moment Structure). Hasil penelitian menunjukkan konflik peran dan role overload berpengaruh positif terhadap burnout pegawai, konflik peran dan burnout berpengaruh positif terhadap cyberloafing, dan role overload tidak berpengaruh terhadap cyberloafing.
Referensi
Askew, K. (2013). The relationship between cyberloafing and task performance and an examination of the theory of planned behavior as a model of cyberloafing. Dissertation Abstracts International: Section B: The Sciences and Engineering, 73(12-B(E)), No Pagination Specified. http://ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&CSC=Y&NEWS=N&PAGE=fulltext&D=psyc8&AN=2013-99120-471%5Cnhttp://opurl.bib.umontreal.ca:9003/sfx_local?sid=OVID:psycdb&id=pmid:&id=doi:&issn=0419-4217&isbn=9781267518965&volume=73&issue=12-B%28E%29&spage=No&pages=No+P
Fani Herdiati, M., Dewi Prahastuti Sujoso, A., & Ismi Hartanti, R. (2016). Pengaruh Stresor Kerja dan Persepsi Sanksi Organisasi terhadap Perilaku Cyberloafing di Universitas Jember (The Impact of Work Stressors and Organizational Sanctions Perception on Cyberloafing Behavior in Jember University). Pustaka Kesehatan, 3(1), 179–185.
Ferdinand, A. (2014). Metode Penelitian Manajemen (5th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Freudenberger, H. J., & Richelson, G. (1981). Burn-out: The high cost of high achievement. Bantam Books.
HARDIANI, W. A. A., Rahardja, E., & Yuniawan, A. (2017). Pengaruh Konflik Peran Dan Role Overload Terhadap Burnout Dan Dampaknya Pada Cyberloafing (Studi Pada Pt Pln (Persero) Pusat Manajemen Konstruksi). 2017. http://eprints.undip.ac.id/58513
Herlianto, A. W. (2012). Pengaruh Stres Kerja Pada Cyberloafing. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, 1(2), 4.
Kusuma, B. H. (2018). Pengaruh Role Overload Terhadap Burnout Dengan Kecerdasan Spiritual Sebagai Variabel Moderasi: Studi Empiris Pada Mahasiswa S1 Akuntansi. Jurnal Akuntansi Bisnis, 11(2), 132–139. https://doi.org/10.30813/jab.v11i2.1386
Lambert, E. G., Hogan, N. L., & Griffin, M. L. (2007). The impact of distributive and procedural justice on correctional staff job stress, job satisfaction, and organizational commitment. Journal of Criminal Justice, 35(6), 644–656. https://doi.org/10.1016/j.jcrimjus.2007.09.001
Liberman, B., Seidman, G., McKenna, K. Y. A., & Buffardi, L. E. (2011). Employee job attitudes and organizational characteristics as predictors of cyberloafing. Computers in Human Behavior, 27(6), 2192–2199. https://doi.org/10.1016/j.chb.2011.06.015
Lim, V. K. G., & Chen, D. J. Q. (2012). Cyberloafing at the workplace: Gain or drain on work? Behaviour and Information Technology, 31(4), 343–353. https://doi.org/10.1080/01449290903353054
Lonteng, E., Kindangen, P., & ... (2019). Analysis Of Role Conflict and Role Ambiguity towards Cyberloafing at PT. Bank Sulutgo Manado. Jurnal EMBA: Jurnal …, 7(4), 5973–5982. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/26579
Nisa, N. H., & Malik, N. (2016). Pengaruh Work Overload Dan Work Family Conflict Terhadap Turnover Intention Yang Dimediasi Oleh Work Exhaustion. Journal of Innovation in Business and Economics, 7(1), 67. https://doi.org/10.22219/jibe.vol7.no1.67-76
Nydia, N., & Pareke, F. J. (2019). Dinamika Peran Dan Cyberloafing. Managament Insight: Jurnal Ilmiah Manajemen, 14(2), 138–146. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/Insight/article/view/8897
Ozler, D. E., & Polat, G. (2012). Cyberloafing phenomenon in organizations: determinants and impacts. International Journal of EBusiness and EGovernment Studies, 4(2), 1–15. http://www.sobiad.org/eJOURNALS/journal_IJEBEG/arhieves/2012_2/derya_ergun.pdf
Permatasari, M. (2010). Pengaruh work stressor pada perilaku cyberloafing karyawan dengan sanksi organisasi sebagai pemoderasi (Studi pada PT. PLN (PERSERO) APJ SURAKARTA). Jurnal Ekonomi. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/14478/MjkzMTA=/Pengaruh-work-stressor-pada-perilaku-cyberloafing-karyawan-dengan-sanksi-organisasi-sebagai-pemoderasi-Studi-pada-PT-PLN-PERSERO-APJ-SURAKARTA-abstrak.pdf
Schabracq, M. J., Winnubst, J. A. M., & Cooper, C. L. (2004). The Handbook of Work and Health Psychology: Second Edition. The Handbook of Work and Health Psychology: Second Edition, 1–619. https://doi.org/10.1002/0470013400
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pernyataan Hak Cipta
Kesepakatan tentang Lisensi dan Hak Cipta
Dalam mengirimkan naskah ke Jurnal Among Makarti, penulis menyatakan bahwa:
Mereka telah diberi wewenang oleh rekan penulisnya untuk mengambil bagian dalam pengaturan ini.
Karya yang dideskripsikan sebelumnya belum pernah dipublikasikan secara resmi, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian kuliah, resensi, tesis, atau jurnal overlay yang diterbitkan.
Bahwa karya tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain,
Bahwa publikasinya telah disetujui oleh semua penulis dan oleh otoritas yang berwenang – secara implisit atau eksplisit – yakni dari lembaga tempat karya tersebut dikerjakan.
Mereka menjamin adanya hak untuk mereproduksi materi yang telah diterbitkan atau dilindungi hak cipta di tempat lain.
Mereka menyetujui lisensi dan perjanjian hak cipta ini.
Hak Cipta
Penulis yang menerbitkan tulisannya di Jurnal Among Makarti menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License sehingga orang lain bisa berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya itu dan publikasi awal ada pada jurnal ini. - Pemberi lisensi mengizinkan orang lain untuk membuat dan mendistribusikan karya turunan, tetapi hanya di bawah lisensi yang sama atau kompatibel.
- Pemberi lisensi mengizinkan orang lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan, termasuk untuk tujuan komersial.
- Sebelum dan selama proses pengiriman, penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karyanya secara online (misalnya, di repositori kelembagaan atau di situs web mereka). Postingan semacam itu akan dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar.
Perizinan untuk Publikasi Data
Jurnal Among Makarti menggunakan berbagai waiver (pengabaian) dan lisensi, yang secara khusus dirancang untuk dan sesuai untuk pengolahan data:
Lisensi Atribusi Open Data Commons, http://www.opendatacommons.org/licenses/by/1.0/ (default)
Creative Commons CC-Zero Waiver, http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/
Dedikasi dan Lisensi Domain Publik Open Data Commons, http://www.opendatacommons.org/licenses/pddl/1-0/
Lisensi penerbitan data lainnya dapat diizinkan sebagai pengecualian (tergantung persetujuan editor berdasarkan kasus per kasus) dan harus ditegaskan dengan pernyataan tertulis dari penulis yang akan dipublikasikan bersama artikel.
Data Terbuka dan Penerbitan serta Berbagi Perangkat Lunak
Jurnal ini berupaya untuk memaksimalkan replikabilitas penelitian yang dipublikasikan. Oleh karena itu, penulis diharuskan untuk membagikan semua data, kode, atau protokol yang mendasari penelitian yang dilaporkan dalam artikelnya. Pengecualian diperkenankan tetapi harus ditegaskan dalam pernyataan publik tertulis yang menyertai artikel tersebut.
Kumpulan data dan perangkat lunak harus disimpan dan diarsipkan secara permanen di repositori yang sesuai, tepercaya, umum, atau domain khusus (silakan lihat http://service.re3data.org dan/atau repositori perangkat lunak seperti GitHub, GitLab, Bioinformatics.org, atau sejenisnya).
Pengidentifikasi tetap terkait (misalnya DOI, atau lainnya) dari kumpulan data harus disertakan dalam data atau bagian sumber perangkat lunak artikel. Referensi kumpulan data dan perangkat lunak juga harus dimasukkan dalam daftar referensi artikel dengan DOI (jika tersedia). Jika tidak ada repositori data khusus domain, penulis harus menyimpan data mereka di repositori umum seperti ZENODO, Dryad, Dataverse, atau yang lainnya.
Data kecil juga dapat diterbitkan sebagai file data atau paket tambahan pada artikel penelitian, namun, penulis harus selalu lebih memilih deposisi dalam repositori data.












